Browsing "Older Posts"

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia - Sejak awal kurun Masehi, wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara. Hal ini alasannya ialah Indonesia merupakan rangkaian kekerabatan perdagangan dan pelayaran antara Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Seiring dengan makin berkembangnya kekerabatan perdagangan dan pelayaran, maka agama Islam yang lahir di jazirah Arab pada awal kurun ke 7 Masehi segera menyebar melalui jalur perdagangan. Para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (India) yang sudah menganut agama Islam lebih dulu, selain berdagang, mereka juga aktif berbagi agama Islam kepada masyarakat di daerah yang mereka kunjungi dan memulai sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Pada kurun ke 7 Masehi, agama Islam sudah masuk ke wilayah Indonesia. Daerah yang pertama kali mendapatkan pengaruh Islam ini ialah Samudra Pasai yang letaknya berada di pesisir Aceh Utara. Pengaruh Islam makin meluas di kalangan masyarakat terutama di daerah pesisir. Samudra Pasai berkembang sebagai sentra perdagangan dan kerajaan Islam pertama di Indonesia pada tahun 1285.

wilayah
Daerah lain yang banyak dikunjungi oleh para pedagang muslim ialah Malaka. Malaka mempunyai letak yang sangat strategis dalam kekerabatan perdagangan dan pelayaran Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Malaka bermetamorfosis sentra perdagangan terbesar di daerah Asia Tenggara. Akibatnya, agama Islam berkembang pesat di wilayah ini. Dari Malaka, sejarah perkembangan Islam di Indonesia pun dimulai. Islam tersebar luas ke aneka macam wilayah antara lain Pulau Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis. Para pedagang muslim banyak yang mengalihkan rute perdagangan dan pelayaran. Mereka tidak lagi berdagang di  Bandar Malaka. Para pedagang muslim lebih memilih Aceh sebagai tempat persinggahan perdagangannya. Dari Aceh mereka melaksanakan acara perdagangan di sepanjang Pantai Barat Sumatera melewati Selat Sunda dan balasannya hingga di Pantai Utara Pulau Jawa. Sampai kurun ke 18, agama Islam sudah tersebar luas di aneka macam wilayah di Indonesia, namun belum semua wilayah itu mendapatkan pengaruh Islam.

1. Perkembangan Islam di Sumatera

Di wilayah Sumatera, Islam mulai masuk ketika zaman kekuasaan Sriwijaya pada kurun ke 7 Masehi. Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran pada kurun ke 11, sejarah perkembangan Islam di Indonesia melaju dengan sangat pesat. Hingga pada kurun ke 18, hampir semua wilayah di pantai Sumatera mendapatkan pengaruh Islam termasuk daerah pedalamannya ibarat Batak, Nias, Mentawai, dan sebagian daerah Bengkulu.

wilayah

2. Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Di wilayah Pulau Jawa, Islam sudah mulai masuk pada kurun ke 7 Masehi. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengalami perkembangan pesat dikala Majapahit mulai mengalami kemunduran pada awal kurun ke 15 Masehi. Seluruh wilayah di Pulau Jawa hingga kurun ke 18 telah mendapatkan pengaruh Islam. Agama Islam pertama kali berkembang di daerah pesisir utara Jawa. Kota-kota pelabuhan di daerah pesisisr utara bermetamorfosis sentra pengembangan islam, antara lain Gresik, Surabaya, Tuban, Jepara, Demak, Cirebon, dan Banten. Dari pulau Jawa, terutama dari Gresik dan Demak, agama Islam menyebar ke aneka macam wilayah ibarat Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

3. Perkembangan Islam di Kalimantan

Di wilayah Kalimantan, Islam mulai masuk pertama kali di Kalimantan Barat (Sukadana) pada awal kurun ke 16 yang dibawa oleh pedagang muslim dari wilayah Sumatera. Di Kalimantan Selatan, Islam mulai masuk pada tahun 1550 dari Demak, sedangkan di wilayah Kalimantan timur mendapatkan pengaruh Islam dari Makasar pada tahun 1575. Daerah sepanjang pantai Pulau Kalimantan hingga dengan kurun ke 18 telah mendapatkan pengaruh Islam, sedangkan daerah pedalamannya belum tergoda sama sekali.

4. Perkembangan Islam di Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, pengaruh Islam mulai muncul pada kurun ke 16. Wilayah pertama yang mendapatkan pengaruh Islam ialah Gowa. Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, penyebar agama Islam yang terkenal di daerah itu ialah Dato’ RI Bandan dan Dato’ Sulaiman. Dari wilayah Gowa, Islam menyebar ke wilayah Gorontalo. Wilayah Sulawesi Tenggara mendapat pengaruh Islam dari Ternate. Wilayah di Sulawesi hingga kurun ke 18 yang mendapat pengaruh Islam makin meluas. Hanya wilayah Sulawesi Tengah (Toraja) dan Sulawesi paling utara-lah yang belum dipengaruhi oleh Islam.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Papua

Wilayah Maluku mendapatkan pengaruh Islam dari Pulau Jawa, terutama dari Gresik pada pertengahan kurun ke 15 Masehi. Islam mulai berkembang di Ternate dan Tidore yang kemudian menyebar ke aneka macam wilayah di Maluku. Pengaruh Islam di Maluku hingga dengan kurun ke 18 makin meluas ke aneka macam pulau. Namun, Pulau Seram bab timur dan pulau-pulau sebelah timurnya belum dipengaruhi Islam.

wilayah
Selain dipengaruhi Islam, wilayah Maluku juga dipengaruhi oleh agama Kristen yang sangat kuat. Penyebaran Islam ke wilayah Papua sudah dimualai semenjak kurun ke 17 namun mengalami hambatan alasannya ialah kuatnya kepercayaan lama. Sampai dengan kurun ke 18 wilayah Papua belum dipengaruhi Islam.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara

Agama Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara alasannya ialah dibawa oleh para pedagang Bugis dari Sulawesi Selatan dan pedagang dari Jawa semenjak kurun ke 16. Adapun dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia di daerah sekitar Nusa Tenggara yang paling pesat terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa telah bediri kerajaan Islam yang berpusat di Bima. Di Nusa Tenggara hingga kurun ke 18 Islam masih belum banyak besar lengan berkuasa kecuali di kedua pulau itu. Wilayah Indonesia bab timur ibarat Bali, Sumbawa, dan Flores juga sama.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah perkembangan Islam di Indonesia beserta periodisasinya. Semoga dapat menambah pengetahuan kita wacana khasanah penyebaran Islam di nusantara.
Tags:

Sejarah Islam: Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya

By Unknown → Jumat, 16 Mei 2014
Nyi Roro Kidul yakni sosok legenda yang begitu populer di kalangan masyarakat Jawa dan Bali. Sosok ini digambarkan sebagai seorang ratu penguasa kerajaan jin di Samudera Hindia yang memiliki kekuatan supranatural begitu besar. Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Ratu Pantai Selatan ini begitu lekat dengan kebudayaan suku Jawa, Sunda, dan Bali. Bahkan sampai dikala ini, ritual-ritual atau upacara adab Jawa masih sering dilakukan untuk menghormati keberadaannya, terutama oleh masyarakat pesisir pantai selatan Jawa. Menyadari bahwa fenomena penguasa laut pantai selatan sekarang ini sudah semakin populer dan mendunia, pada artikel berikut kami akan membahas mengenai sosok ini lebih dalam, terutama berdasarkan perspektif kajian ilmu Islam. Bagaimana kajian fenomena Nyi Roro Kidul menurut Islam ini? Inilah pembahasannya!

Nyi

Nyi Roro Kidul Menurut Islam

Menurut perspektif Islam, eksistensi sosok menyerupai Nyi Roro Kidul bekerjsama sudah diterangkan secara terang dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 27.
Dan sesungguhnya Kami telah ciptakan insan (Adam) dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah ciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
Dari ayat tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa selain menciptakan manusia, Alloh juga menciptakan golongan jin dan membiarkan mereka untuk hidup di dunia meski dalam dimensi yang berbeda dengan kita. Jika dihubungkan dengan eksistensi Nyi Roro Kidul, ayat tersebut menjelaskan bahwa Nyi Roro Kidul menurut Islam dianggap sebagai perwujudan raja jin yang menghuni lautan.

Dalam beberapa ayat lain dijelaskan bahwa insan merupakan mahluk yang derajatnya lebih mulia dibandingkan jin. Jin bahkan sempat diminta bersujud pada insan untuk menghormati kemuliaannya.[BACA : Misteri Hubungan Nyi Roro Kidul dan Soekarno]

Pemujaan Jin Ratu Pantai Selatan

Nyi Roro Kidul menurut Islam memang hanya dianggap sebagai raja jin penguasa pantai selatan yang derajatnya lebih rendah dibanding manusia. Akan tetapi, meski sudah banyak yang mengetahui perspektif ini, tetap saja ada beberapa umat insan yang menjelembabkan dirinya melalui pemujaan dan kemusyrikan. Mereka justru memuja mahluk yang derajatnya lebih rendah itu untuk menerima pemberian dan kemudahan. Ritual pesugihan untuk menerima kekayaan secara singkat tanpa harus bekerja keras dengan hanya meminta jin-jin kafir –termasuk Nyi Roro Kidul, banyak mereka lakukan. Ritual ini tentu yakni sebuah kesalahan besar.

Alloh SWT sudah menjelaskan dalam firmannya Surat Al-Imran, ayat 173 : “Cukuplah Tuhan menjadi Penolong kami dan Tuhan yakni sebaik-baik Pelindung.” Surat ini yakni pegangan bagi kita semua para umat muslim untuk selalu berlindung dan memohon pemberian pada Alloh semata. Jangan sebab kesulitan hidup dan kesengsaraan dunia kita menjadi gelap mata dan menggadaikan aqidah kita, menyembah dan memuja selain pada Alloh, termasuk dengan memuja Nyi Roro Kidul untuk memperoleh kekayaan dengan jalan singkat.

Demikianlah pemaparan mengenai kajian Nyi Roro Kidul menurut Islam. Dari pemaparan tersebut, semoga kita semua mampu selalu tawakal dan berserah diri hanya pada Alloh. Nyi Roro Kidul dan sebangsanya sama jua menyerupai kita, mahluk yang tanpa daya. Semoga bermanfaat.

Sejarah Islam: Fenomena Nyi Roro Kidul menurut Islam

By Unknown → Kamis, 15 Mei 2014
Teori Masuknya Islam Ke Indonesia - Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini tentu tidak terlepas dari tugas para pedagang muslim yang berasal dari Gujarat (India), Persia, dan Arab. Hubungan dekat antar pedagang muslim dan pedagang Nusantara di masa silam mengakibatkan pengaruh terhadap masuknya agama Islam di Indonesia.

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Secara geografis, Indonesia terletak di tempat yang sangat strategis dalam susukan perdagangan masa silam. Hal ini menyebabkan Islam dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia. Lantas, kapan Islam pertama kali datang ke Indonesia. Ada beberapa teori perihal masuknya Islam ke Indonesia. Teori tersebut antara lain teori Gujarat, teori Persia, dan teori Arab. Berikut ini pemaparan dari masing-masing teori masuknya Islam ke Indonesia tersebut.

Perkembangan

1. Teori Gujarat

Teori gujarat ialah teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama kali dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Dalam teori ini disebutkan bahwa Islam di Indonesia bergotong-royong berasal dari Gujarat, India dan mulai masuk semenjak era ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak benua India, ibarat Gujarat, Bengali, dan Malabar. Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada masa itu memang telah menjalin kekerabatan dagang dengan India melalui susukan Indonesia-Cambay.[BACA : Sejarah Masuknya Islam di Indonesia]

Berdasarkan teori ini, masuknya Islam ke Indonesia ini diyakini berasal dari Gujarat alasannya ialah didasarkan pada adanya bukti berupa kerikil nisan Sultan Samudera Pasai Malik as-Saleh berangka tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Selain itu, teori gujarat juga didasarkan pada corak fatwa Islam yang cenderung memiliki warna tasawuf. Ajaran ini dipraktikan oleh orang muslim di India Selatan, ibarat dengan fatwa Islam di Indonesia pada awal berkembangnya Islam.

2. Teori Persia

Teori persia adalat teori masuknya Islam ke Indonesia yang dikemukakan oleh Hoessein Djajadiningrat. Dalam teori ini dikemukakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia ialah Islam yang berasal dari Persia (Iran). Islam diyakini dibawa oleh para perdagang Persia mulai pada era ke 12.

Teori persia berlandaskan pada bukti maraknya paham Syiah pada awal masuknya Islam ke Indonesia. Selain itu, ada kesamaan tradisi budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Peringatan 10 Muharam atau hari Asyura di Iran dengan upacara Tabuik atau Tabut di Sumatera Barat dan Jambi sebagai lamang mengarak jasad Husein bin Ali bin Abi Thalib yang terbunuh dalam peristiwa Karbala menjadi salah satu contohnya. Bahkan kuatnya tradisi Syiah masih terasa hingga dikala ini. [BACA : Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia]

Adanya suku Leran dan Jawi di Persia pertanda bukti bahwa orang-orang Persia yang membawa Islam ke Indonesia. Suku ini disinyalir merujuk pada orang-orang Leran dari Gresik dan suku Jawa. Selain itu, dalam suku Jawa dikenal dengan tradisi penulisan Arab Jawa atau Arab Pegon sebagaimana diadopsi oleh masyarakat Persia atas Tulisan Arab. Hal ini diperkuat dengan istilah Jer yang lazim digunakan masyarakat Persia.

Perkembangan

3. Teori Arab atau Teori Mekah

Berdasarkan teori Arab, masuknya Islam ke Indonesia diyakini berasal dari Arab, yaitu Mekkah dan Madinah pada era perama Hijriah atau era ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada adanya bukti perkampungan Islam di Pantai Barus, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini disebut dengan wilayah Ta-Shih. Ta-Shih ialah sebutan orang-orang China untuk orang Arab. Bukti ini terdapat dalam dokumen dari Cina yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip catatan spesialis geografi, Chou Ku-Fei. Dia mengatakan adanya pelayaran dari wilayah Ta-Shih yang berjarak 5 hari perjalanan ke Jawa.

Dalam dokumen China eksistensi komunitas muslim Arab di Pantai Barus tercatat sekitar tahun 625 Masehi. Menilik tahun tersebut, berarti hanya sembilan tahun dari rentang waktu ketika Rasululloh menetapkan dakwah Islam secara terbuka kepada penduduk Mekkah. Beberapa teman telah berlayar dan membentuk perkampungan Islam di Sumatera. Pelayaran ini sangat mungkin terjadi mengingay adanya perintah Rasululloh biar kaum muslimin menuntut ilmu ke negeri Cina. Hal ini berarti Islam masuk ke Indonesia dikala Rosululloh masih hidup.

Bukti arkeologis juga ditemukan di Barus, berupa sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus. Pada salah satu kerikil nisannya tertulis nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M. Para arkeolog dari Ecole Francaise D’extreme-Orient Prancis dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menyatakan bahwa sekitar era 9 hingga 12 Masehi, Barus menjadi sebuah perkampungan dari banyak sekali suku bangsa ibarat Arab, Aceh, India, Cina, Tamil, Jawa, Bugis, dan Bengkulu. [BACA : Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia]

Bukti lain yang mendukung teori masuknya Islam ke Indonesia ialah munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Perlak yang diteruskan oleh Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai ialah kerajaan bercorak paham Syafi’i yang kala itu dianut banyak penduduk Mesir dan Mekah.

Demikianlah beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia ibarat yang diutarakan oleh beberapa ahli. Ketahui pula bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia melalui beberapa susukan pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Sejarah Islam: 3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia dan Bukti Pendukungnya

By Unknown → Rabu, 14 Mei 2014
Penyebaran agama Islam di Indonesia berlangsung sangat cepat. Selain karena didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, pesatnya penyebaran Islam di Indonesia juga disebabkan oleh penggunaan beberapa susukan penyebaran yang bekerja dengan sangat efektif. Saluran penyebaran Islam di Indonesia tersebut meliputi susukan perdagangan, pendidikan, dan korelasi sosial budaya. Ketiga susukan inilah yang banyak digunakan kaum muslimin membuatkan Islam di wilayah Indonesia.

Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

Selain

1. Saluran Perdagangan

Saluran perdagangan merupakan salah satu susukan penyebaran Islam di Indonesia yang paling awal digunakan. Para pedagang dari banyak sekali daerah berkumpul dan menetap, baik sementara maupun selamanya di sebuah daerah sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang Muslim. Para pedagang muslim ketika berinteraksi dagang sering menyisipkan fatwa Islam untuk menarik simpati dari para pedagang Indonesia. Dengan cara itulah banyak pedagang Indonesia yang tertarik beralih memeluk agama Islam.

Selain
Melalui susukan ini, pelabuhan menjadi tempat utama bagi masuknya Islam di Indonesia. Salah satu pelabuhan itu misalnya pelabuhan Bandar Khalifah di Pantai Barus, Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat dan Aceh menjadi pintu masuknya Islam ke Indonesia. Para pedagang dari banyak sekali negeri berdatangan membawa komoditas masing-masing. Tidak jarang mereka menetap dalam waktu lama. Pada proses berdagang inilah dakwah Islam disampaikan. Ajakan dakwah Islam pun diterima dengan baik oleh para pedagang Indonesia. [BACA : Teori Masuknya Islam ke Indonesia]

2. Saluran Pendidikan

Saluran penyebaran Islam di Indonesia lain yang mendukung perkembangan Islam di Indonesia adalah susukan pendidikan. Saluran ini digunakan para mubaligh dari beberapa negeri untuk membuatkan Islam. Kedatangan para mubaligh menjadikan dakwah Islam semakin marak dan gerakan dakwah semakin luas. Gerakan dakwah tidak hanya terbatas di pantai-pantai barat Sumatear, melainkan hingga ke pulau-pulau adegan timur Indonesia. Selain itu, para pelaut Bugis ikut membuatkan Islam hingga kepulauan Maluku dan Papua yang bekerja sama dengan para Mubaligh dari Gresik, Jawa Timur. Pulau Jawa ketika itu menjadi barometer penyebaran Islam di Indonesia.

Penyebaran Islam melalui susukan pendidikan sangat besar lengan berkuasa pada penyebaran Islam di Indonesia. Selain melalui para mubaligh dan wali songo, penyebaran Islam dilakukan dengan mendirikan lembaga pendidikan, yaitu pondok pesantren. Pondok pesantren menampung cowok dari banyak sekali daerah untuk menimba ilmu agama Islam. Para santri yang sudah simpulan dari pesantren mulai berdakwah membuatkan Islam di daerahnya masing-masing. Dengan susukan penyebaran Islam di Indonesia yang satu ini, agama Islam berkembang dan menyebar cepat ke seluruh Indonesia.

3. Saluran Sosial Budaya

Saluran sosial budaya tidak kalah pentingnya dalam menunjang upaya penyebaran Islam di Indonesia. Proses interaksi sosial budaya dilakukan dengan cara ijab kabul atau dengan media seni, ibarat seni bangunan, seni pahat, seni tari, dan musik. Masuknya Islam dengan jalan ijab kabul memberi warna tersendiri dalam sejarah Islam di Indonesia. Melalui perkawinan ini lahirlah generasi gres muslim dan merupakan awal dari terbentuknya sebuah komunitas muslim di kalangan warga pribumi. Beberapa teladan perkawinan ulama Islam dengan wanita pribumi ialah perkawinan Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila dan Raja Brawijaya yang beragama Hindu dengan Putri Campa yang beragama Islam. Hasil dari perkawinan mereka ialah lahirnya Raden Patah, pendiri kerajaan Demak.

Selain
Selain melalui perkawinan, penyebaran fatwa Islam melalu susukan budaya juga dilakukan dengan akulturasi budaya pribumi dan budaya Islam. Cara ini ditempuh untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan Islam. Budaya pribumi ketika itu diwarnai oleh budaya agama Hindu dan budha mampu berakulturasi dengan budaya Islam tanpa menggeser nilai-nilai tauhid. Contoh akulturasi budaya ini misalnya munculnya doa-doa Islam dalam upacara moral ibarat perkawinan, kelahiran, selapan, wayang kulit, seni bangunan, dan kesusastraan. Budaya Islam yang sederhana menjadikan rakyat mudah mencerna dan mendapatkan muatan isi yang disampaikan. Model pendekatan tersebut menjadikan Islam mudah diterima.

Saluran Lain

Selain ketiga susukan penyebaran Islam di Indonesia yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor pendukung yang menjadikan pesatnya perkembangan Islam di Indonesia. Beberapa faktor pendukung tersebut antara lain:
  1. Syarat untuk memeluk Islam sangat mudah.
  2. Kewajiban berdakwah merupakan peran setiap muslim.
  3. Para ulama memiliki kelebihan rohaniah melalui fatwa tasawuf.
  4. Ajaran Islam dipandang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Ajaran Islam tidak mengenal perbedaan derajat insan berdasarkan kasta maupun gelar.
  6. Para saudagar, dai, dan ulama memberikan Islam dengan pendekatan dakwah yang simpatik.

Demikianlah beberapa susukan penyebaran Islam di Indonesia yang dapat kami jelaskan. Semoga mampu menjadi materi acuan untuk peran sekolah maupun untuk sekedar menambah wawasan Anda terkait sejarah Islam di Nusantara. Salam.

Sejarah Islam: 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

By Unknown → Selasa, 13 Mei 2014
Pernahkan Anda menonton sebuah video di Youtube yang berjudul Pocong Gila di Masjid? Jika pernah, tentu Anda tahu perihal beberapa orang cowok yang bermain-main di rumah Alloh dan merekam sebuah penggalan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Ya, meski niat mereka hanya sekedar untuk hiburan dan main-main, namun secara nurani perbuatan keempat cowok di masjid itu tentu sangat tidak elok. Berikut ini kami sematkan video penampakan pocong gila di masjid tersebut beserta nasib para pembuat dan pemerannya ketika ini. Silakan disimak!

Pocong Gila di Masjid

Video pocong gila di masjid menyerupai yang tersaji di atas dibuat sekitar tahun 2010. Para pembuatnya ialah Fikri Solihin, Susilo Wahyono, Eko Prasetyo, dan Windra Permana. Mereka sengaja membuat video tersebut sebagai hiburan ditengah masa libur sekolah. Ya, mereka masih berusia sekolah. Mereka ketika itu duduk di kelas XII di sebuah SMA swasta di Jakarta.

Video pocong gila di masjid tersebut mereka buat di salah satu mushola di kampungnya, di tempat Rawamangun, Jakarta Timur. Salah satu dari mereka kemudian mengunggah video tersebut ke Youtube untuk memamerkan kelucuan yang telah mereka buat.

Tak disangka tak diduga, video yang mereka upload itu ternyata mendapat respon yang sangat banyak dari para netizen dan pemirsa Youtubu. Ada yang memuji kelucuannya, namun tak sedikit pula yang mencaci dan mengangap keempat cowok itu tidak sopan dengan melaksanakan penggalan gila itu di rumah Alloh.

Seiring berjalannya waktu, para pembuat dan pengunggah video pocong gila di masjid itu pada ketika ini mampu dikata telah menemukan azabnya. Dua di antara 4 orang dari mereka diketahui telah meninggal dunia di usianya yang masih sangat muda. Yang satu, yang berperan sebagai pocong (Susilo Wahyono) meninggal dunia pada Oktober 2011 karena kecelakaan ketika menerobos di jalur busway di jalan cowok depan Kampus UNJ. Satu lagi Windra Permana yang berperan sebagai imam sholat meninggal tanpa karena pada Januari 2012. Diperkirakan Windra meninggal karena angin duduk setelah ia mandi di malam hari selepas ia membantu ayahnya yang bekerja sebagai penjaja es buah.

Dua orang lain yang masih hidup sampai ketika ini ialah Fikri Solihin yang berperan sebagai makmum dan Eko Prasetyo yang menjadi kameramen. Fikri Solihin dan Eko Prasetyo mengaku sudah bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya setelah melihat nasib kedua temannya yang meninggal di usia muda. Mereka menerka kepergian kedua karibnya itu terjadi karena adzab dari apa yang mereka lakukan di dalam video pocong gila di masjid itu.

Fikri yang kini kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta mengaku sejak kepergian kedua temannya itu, ia merasa sangat bersalah. Ia ialah orang yang pertama kali memunculkan wangsit pembuatan video Pocong Gila di Masjid itu pada rekan-rekannya. Setiap habis sholat, fikri mengaku rutin mengirimkan doa untuk kedua sahabat karibnya itu.

Sejalan dengan Fikri, Eko Prasetyo yang bertindak sebagai kameramen dalam video itu juga mengaku menyesal. Ia sebenarnya sudah melarang teman-temannya untuk membuat penggalan itu, namun karena paksaan ia menurut dan mengikuti ajakan mereka.

Nah, itulah nasib para pembuat video Pocong Gila di Masjid ketika ini. Semoga cerita mereka dapat menjadi pelajaran untuk kita semua. Kelucuan dan guyonan memang boleh dilakukan namun pastikan kita tidak salah menempatkannya. Silakan di share!

Sumber : Tribunnews

Sejarah Islam: Tragis, Inilah Nasib Pembuat Video Pocong Gila di Masjid!

By Unknown → Senin, 12 Mei 2014
Asal Usul Dajjal / Sebagai umat Islam, kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak akan datang sesosok mahluk tinggi besar yang memiliki kekuatan begitu dahsyat. Sosok yang kita kenal dengan nama dajjal tersebut merupakan sosok yang akan menguji insan simpulan zaman, apakah tergolong orang-orang yang beriman atau tergolong orang-orang yang kufur. Berikut ini tim penulis blog akan membahas seputar asal undangan Dajjal mulai dari keluarga, ciri-ciri, kemunculan, dan fitnahnya sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Asal Usul Dajjal

Dajjal diyakini merupakan seorang insan yang sudah hidup semenjak zaman nabi Ibrahim dan sebab Alloh menangguhkan ajalnya (seperti halnya Iblis) ia tetap masih hidup sampai ketika ini, dipenjarakan di sebuah daerah yang masih menjadi misteri.

kita

Asal Usul Dajjal dan Keluarganya

Dalam beberapa hadist dijelaskan bahwa asal undangan dajjal yaitu seorang keturunan Yahudi. Ia lahir dari orang bau tanah yang postur tubuhnya tinggi gemuk dengan hidung sangat mancung mirip paruh burung. Secara lebih lengkap, Imam Al Barzanji juga pernah menyebut kalau asal undangan moyang dajjal yaitu seorang dukun Yahudi (Syaqq) yang kawin dengan wanita dari keturunan jin. Moyang dajjal ini hidup di zaman Nabi Sulaiman AS. Oleh nabi Sulaiman, si moyang dajjal dan istrinya yang berasal dari golongan jin disebutkan sempat dipenjarakan dan ditangkap sebab ulahnya dalam merusak kepercayaan umat. Adapun terlepas dari pendapat Imam Al-Barzanji tersebut, asal undangan dajjal sampai kini tetap saja masih misterius, mengingat sumber tumpuan dan hadist yang membahas hal ini memang sangat terbatas.


Ciri-ciri Dajjal

Sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim menyebut bahwa Rasululloh pernah bersabda kalau dajjal merupakan orang yang memiliki ciri-ciri mata kirinya buta, rambutnya lebat dan keriting, tampak selalu infinit muda, badannya besar agak kemerahan sehingga kalau dilihat dari belakang ia seakan-akan tampak mirip dahan kayu yang rimbun. Sedangkan dalam hadist At-Tabrani, ciri-ciri dajjal yang paling kentara disebutkan terletak pada mata dan dahinya. Mata kiri dajjal buta, sedangkan mata kannya tertonjol keluar, berwarna kehijauan, dan berkelip-kelip laksana bintang gemintang. Adapun pada dahi dajjal juga terdapat susunan abjad Kaf-Fa-Ro yang kalau di sambung akan membentuk kata “Kafir”. Tulisan pada dahi dajjal ini hanya dapat dilihat dan dibaca oleh orang-orang yang memang benar-benar murni keislamannya.

kita

Asal Usul Kemunculan Dajjal

Seperti disebutkan di atas bahwa asal undangan dajjal memang telah lahir semenjak zaman Nabi Ibrahim. Semenjak zaman itu, dajjal dipenjara dan dirantai di sebuah pulau absurd dan dijauhkan dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Ia tidak akan pernah mampu lepas dari penjara tersebut sebab selain dirantai, ia juga dijaga oleh seekor binatang besar berjulukan Al-Jassasah. Ia gres akan lepas dari penjara dan keluar dari pulau tersebut kalau Alloh sudah menghendakinya. Dajjal akan bebas pada sebuah masa yang sudah sangat erat dengan kehadiran hari simpulan yang dijanjikan.

Karena pulau yang disebutkan menjadi penjara dajjal berada di potongan timur bumi (beberapa versi menyebutkan pulau tersebut terletak di sekitar India), maka dajjal pun akan muncul dari timur. Ia diizinkan oleh Alloh untuk keluar dan menjelajah sekeliling dunia dan berbagi fitnah dan ajarannya. Ia akan melaksanakan kebijaksanaan basi pada orang-orang yang hidup di zaman itu sehingga mereka mengakui bahwa dirinya yaitu Tuhan. Orang yang berpengaruh imannya akan berani menentang pemikiran tersebut meski nyawanya dipertaruhkan, sedangkan bagi orang yang imannya lemah, ia akan menurut dan menjadi pendukung dan hamba dajjal. Naudzubillah.

Fitnah Dajjal

Dalam berbagi fitnah dan ajarannya, dajjal dibekali dengan kekuatan yang luar biasa besar oleh Alloh. Segala kesenangan hidup akan dikaruniakan kepadanya. Seluruh mahluk langit dan bumi akan tunduk pada perintahnya.

kita
Adapun dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebelum kemunculan dajjal, insan akan diuji dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Kemarau ini membuat materi pangan menjadi sangat langka sehingga bencana alam kelaparan merajalela di mana-mana. Di ketika insan tengah kelaparan dan membutuhkan sumbangan inilah, asal undangan dajjal datang dengan membawa fitnahnya.

Dajjal akan pertanda kesaktiannya. Ia akan mendatangkan hujan dengan mudahnya. Ia akan menumbuhkan banyak sekali tanaman sebagai sumber makanan bagi para hambanya yang mengakui bahwa dirinya yaitu yang kuasa semesta alam. Para muslim yang berpengaruh iman islamnya akan tetap kukuh mempertahankan akidahnya meski lapar dan perih mereka dera. Mereka tetap tak akan mau mengakui dajjal sebagai Tuhannya sampai khusnul khotimah menjemput.

Fitnah asal undangan dajjal akan terus berlanjut pada masa 40 hari setelah kemunculannya pertama kali. Ia akan terus menguji keimanan insan di kiamat sampai pemisah antara umat Islam sejati dan umat yang kafir benar-benar terlihat jelas.

Nah, demikianlah sedikit intisari yang dapat kami jabarkan untuk menjelaskan asal undangan dajjal, keluarga, kemunculan, serta fitnahnya. Semoga dengan artikel sederhana ini keimanan kita menjadi semakin kokoh dan mampu dihindarkan dari segala bentuk fitnah dajjal. Amin.

Sejarah Islam: Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya

By Unknown → Minggu, 11 Mei 2014
Peninggalan Nabi Adam - Dunia pada tahun 2003 sempat dihebohkan dengan penemuan sebuah jejak kaki berukuran besar yang bentuknya mirip jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut terdapat di sebuah watu yang terletak tak jauh dari Kota Mpaluzi, Afrika Selatan. Ukurannya yang mencapai panjang 121 cm (4 feet) membuat banyak spekulasi bermunculan tentang asal permintaan jejak kaki ini. Salah satu pendapat terpopuler mengatakan jikalau jejak kaki ini ialah jejak kaki peninggalan nabi Adam, nenek moyang insan bumi. Benarkah pendapat tersebut? Seperti apa pembuktiannya? Simaklah uraian kami berikut ini.

Peninggalan Nabi Adam

Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa jejak kaki yang diperkirakan merupakan peninggalan Nabi Adam tersebut ternyata telah berusia 200 juta tahun. Masa 200 tahun yang lalu dalam ilmu geologi berarti masuk ke dalam zaman mesozoikum (65-251 juta tahun lalu). Dalam masa tersebut, dunia mengalami banyak perubahan, mulai dari acara tektonik yang tinggi, fluktuasi iklim yang ekstrim, pergeseran lempeng benua, dan lain sebagainya. [BACA : Asal Usul Dajjal]

sempat
Adapun sebab perubahan ekstrim yang terjadi di permukaan bumi, pada zaman mesozoikum tersebut diperkirakan telah terjadi perkembangan evolusi yang menghasilkan diversifikasi jenis-jenis mahluk hidup baru, termasuk hewan dan tumbuhan. Pada zaman mezosoikum ini pulalah diperkirakan awal mula lahirnya hewan-hewan mamalia di muka bumi. [Baca Juga : Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan]

Jejak kaki Nabi Adam

Dari teori geologi yang menyebut bahwa jejak kaki insan berukuran besar yang ditemukan itu berasal dari zaman mezosoikum, beberapa pakar kemudian berpendapat bahwa jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Pendapat ini ditunjang oleh beberapa bukti fisik maupun bukti tertulis berikut :

Dari penelitian yang selama ini dilakukan, diketahui bahwa secara normal kaki insan panjangnya kurang lebih ialah sekitar 15% dari tinggi badannya. Ini berarti jikalau hal ini juga berlaku terhadap jejak kaki besar tersebut, maka si pemilik jejak kaki diperkirakan mempunyai tinggi tubuh sektar 8,13 meter. [BACA : Asal Usul Manusia]

sempat
Tinggi tubuh si pemilik jejak kaki rupanya nyaris sama persis dengan tinggi tubuh Nabi Muhammad yang diterangkan dalam Hadits Bukhari Vol.IV No.543. Hadist tersebut mengambarkan bahwa Nabi Muhammad mempunyai tinggi sekitar 60 hasta ketika di surga dan ketika diturunkan ke bumi tingginya menyusut jadi 20 hasta atau sekitar 9,8 meter.

Kedua bukti tersebut memang sangat kurang menggambarkan dan menguatkan pendapat bahwa jejak kaki yang terdapat pada watu itu merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Oleh sebab itu banyak pula yang mencibir pendapat ini. Mereka yang mencibir umumnya memiliki pendapat lain terkait asal permintaan si jejak kaki tersebut. Pendapat mereka misalnya :
  1. Jejak kaki tersebut berasal dari jejak kaki bangsa Nisnas. Sebuah mahluk mirip insan yang lahir sebelum kemunculan Nabi Adam ke dunia.
  2. Jejak kaki yang dianggap peninggalan Nabi Adam tersebut sesungguhnya merupakan jejak kaki dari Syeitan yang diturunkan lebih dahulu ke muka bumi.
  3. Jejak kaki tersebut merupakan hasil rekayasa sebagai penarik minat wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Afrika Selatan.

Terlepas dari pendapat-pendapat ini, kita sebagai muslim boleh mempercayai pendapat manapun yang disuka, asalkan pendapat yang kita pilih berlandaskan pada dasar teori dan bukti yang kuat. Saya sendiri percaya jikalau jejak kaki itu memang merupakan peninggalan nabi Adam. Bagaimana dengan Anda?

Sejarah Islam: Jejak Peninggalan Nabi Adam Ditemukan di Afrika

By Unknown → Sabtu, 10 Mei 2014