Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Asal Usul"
Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia - Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia, terjadilah proses Islamisasi terhadap masyarakat di nusantara. Bersamaan dengan proses Islamisasi itu, mulailah terjadi perubahan sosial budaya ke arah pembentukan budaya gres yang bernafaskan Islam.  Seperti diketahui bahwa, sebelum kedatangan agama dan kebudayaan Islam, budaya Indonesia masih bercorak Hindu dan Budha, namun seiring dengan masuknya budaya Islam ke Indonesia, proses integrasi budaya Hindu - Budha dengan kebudayaan Islam pun menjadi tidak dapat dihindarkan.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Perlu diketahui bahwa, dalam proses integrasi budaya tersebut, tidak terjadi ketegangan yang berarti meskipun ada 3 unsur agama dan kebudayaan yang saling berbeda di dalamnya. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh Islam pada masa itu tidak bersikap memusuhi, dan justru bersifat saling merangkul. Adapun dalam proses integrasi tersebut, beberapa peninggalan sejarah dapat kita lihat sebagai buktinya sampai kini. Apa saja peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut? Simak uraiannya berikut ini!

Sejak

1. Masjid

Salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang paling banyak ditemukan sampai kini yakni masjid. Seperti diketahui bahwa masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga wajar kalau seni arsitektur Islam satu inilah yang paling mudah kita lihat keberadaannya dikala ini.

Adapun terkait dengan kentalnya budaya Hindu dan Budha di masa awal penyebaran Islam di Indonesia, seni arsitektur masjid juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal yang ada dikala itu. Berbeda dengan masjid-masjid di Jazirah Arab, arsitektur masjid di Indonesia memiliki beberapa keunikan. Keunikan tersebut terletak pada susunan atapnya yang berundak dan berbentuk limas, adanya bangunan serambi (pendopo), adanya mihrab atau tempat imam memimpin sholat, serta wujud masjid yang umumnya berbentuk bujur sangkar.

Pada tabel berikut, terdapat beberapa teladan masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam.
No Nama Lokasi Peninggalan
1. Masjid Agung Demak Demak, Jateng Abad 14 M
2. Masjid Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M
3. Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur Abad 15 M
4. Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh Banda Aceh, DI Aceh Abad 15 M
5. Masjid Kudus Kudus, Jateng Abad 15 M
6. Masjid Banten Banten, Banten Abad 15 M
7. Masjid Cirebon Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
8. Masjid Katangga Katangga, Sulawesi Utara Abad 16 M

2. Kaligrafi

Selain masjid, peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih dapat kita jumpai sampai kini yakni seni kaligrafi. Bagi Anda yang belum tahu, kaligrafi yakni suatu seni menulis karakter Arab dengan gaya dan susunan yang indah. Tulisan Arabnya sendiri umumnya diambil dari potongan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran.

Sejak
Seni kaligrafi yang menjadi peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam dapat kita temukan sebagai hiasan ukir atau tulis misalnya pada dinding masjid, gapura, atau pada kerikil nisan. Contoh beberapa seni kaligrafi pada kerikil nisan misalnya terdapat pada makam beberapa orang berikut ini.
No Makam dari Lokasi Peninggalan
1. Fatima binti Maimun Gresik, Jawa Timur Abad 13 M
2. Ratu Nahrasiyah Samudra Pasai Abad 14 M
3. Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
4. Sunan Giri Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
5. Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
6. Sunan Kudus dan Sunan Muria Kudus, Jawa Tengah Abad 15 M
7. Sunan Kalijaga Demak, Jawa Tengah Abad 15 M
8. Makam raja-raja Banten Imogiri Abad 16 M

3. Keraton atau Istana

Keraton atau istana yang merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya gotong royong telah ada semenjak jaman pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Hanya saja, setelah Islam masuk, arsitektur keraton menjadi lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur Timur Tengah. Beberapa keraton peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut yang sampai kini masih terawat misalnya Istana Kesultanan Ternate, Istana Kesultanan Tidore, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kesultanan Aceh, Istana Sorusuan, Istana Raja Gowa Keraton Kasultanan, dan Keraton Pakualaman.

4. Kitab dan Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia bukan hanya dapat ditemukan dalam bentuk seni dan gaya arsitektur. Kesusatraan juga berkembang cukup pesat setelah masuknya pengaruh agama Islam di Indonesia. Kesusastraan tersebut tertuang dalam bentuk suluk, hikayat, babad, dan syair. Beberapa peninggalan kesusastraan Islam di Indonesia antara lain syair Perahu karya Hamzah Fansuri, syair Si Burung Pingai, syair Abdul Muluk, syair gurindam dua belas karya Ali Haji, hikayat nabi-nabi, hikayat sultan-sultan Aceh, dan hikayat penjelasan penciptaan langit dan bumi.

5. Pesantren

Sejak masuknya Islam di Indonesia, pesantren telah menjadi lembaga pendidikan agama yang telah melahirkan banyak mubaligh. Pesantren dianggap sebagai salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia karena dianggap turut berperan serta dalam kemajuan syiar Islam Nusantara.

Pesantren di Indonesia pertama kali dibangun pada masa kekuasaan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesantren yang didirikan di kawasan Jawa oleh Sunan Ampel ini kemudian melahirkan banyak orang-orang terpelajar. Para santri diajari wacana banyak hal ibarat bahasa Arab, pendalaman Al Quran, kitab Kuning, tauhid, fiqih, akhlak, dan tasawuf.

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren Lirboyo di Kediri, Al-Kautsar Medan, dan Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta.

Sejak

6. Tradisi

Beberapa tradisi yang sampai kini masih digunakan sebagian masyarakat Islam ibarat ziarah, sedekah, atau upacara budpekerti Jawa sekaten juga merupakan bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang tak mampu dilupakan begitu saja. Tradisi-tradisi tersebut lahir karena pengaruh Islam yang berakulturasi dengan kebudayaan lokal masyarakat dikala itu.

Nah, itulah beberapa peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih dapat kita temukan sampai dikala ini. Adanya peninggalan-peninggalan sejarah tersebut mengambarkan bahwa hadirnya Islam di nusantara bukan hanya menghipnotis iktikad dan agama masyarakat, melainkan juga seluruh aspek kehidupan. Semoga bermanfaat.

Sejarah Islam: 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

By Unknown → Minggu, 18 Mei 2014
Indonesia ialah negara yang lebih banyak didominasi penduduknya menganut agama Islam. Islam di Indonesia diyakini oleh sekitar 199.959.285 jiwa atau 85,2% dari total jumlah penduduknya.
Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia hingga mampu mencapai jumlah penganut yang begitu besar itu ternyata telah melalui sejarah yang sangat panjang. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia tersebut melalui periodisasi atau pembabakan-pembabakan yang cukup menarik untuk kita ketahui. Seperti apa periodisasi sejarah Islam di Indonesia tersebut, silakan simak pembahasan kami berikut.

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Terkait dengan sejarah masuknya Islam ke Indonesia, ada beberapa teori dan pendapat yang menyatakan kapan bergotong-royong pengaruh kebudayaan dan agama Islam mulai masuk ke nusantara. Pendapat-pendapat tersebut bukan hanya didasarkan pada bukti-bukti yang telah ditemukan, melainkan juga dikuatkan oleh adanya catatan-catatan sejarah yang dibuat oleh bangsa lain di masa lampau.

Indonesia

1. Masuknya Islam semenjak Abad ke-7 Masehi

Sebagian jago sejarah menyebut jikalau sejarah masuknya Islam ke Indonesia sudah dimulai semenjak era ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada gosip yang diperoleh dari para pedagang Arab. Dari gosip tersebut, diketahui bahwa para pedagang Arab ternyata telah menjalin relasi dagang dengan Indonesia pada masa perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada era ke 7.

Dalam pendapat itu disebutkan bahwa wilayah Indonesia yang pertama kali mendapatkan pengaruh Islam ialah kawasan pantai Sumatera Utara atau wilayah Samudra Pasai. Wilayah Samudra Pasai merupakan pintu gerbang menuju wilayah Indonesia lainnya. Dari Samudra Pasai, melalu jalur perdagangan agama Islam menyebar ke Malaka dan selanjutnya ke Pulau Jawa.

Pada era ke 7 Masehi itu pula agama Islam diyakini sudah masuk ke wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Masuknya agama Islam ke Pulau Jawa pada era ke 7 Masehi didasarkan pada gosip dari China masa pemerintahan Dinasti Tang. Berita itu menyatakan perihal adanya orang-orang Ta’shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan Ratu Sima pada tahun 674 Masehi.

Indonesia

2. Masuknya Islam semenjak Abad ke-11 Masehi

Sebagian jago sejarah lainnya berpendapat bahwa sejarah masuknya Islam ke Indonesia dimulai semenjak era ke 11 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya sebuah watu nisan Fatimah binti Maimun yang berada di bersahabat Gresik Jawa Timur. Batu nisan ini berangka tahun 1082 Masehi.

3. Masuknya Islam semenjak Abad ke-13 Masehi

Di samping kedua pendapat di atas, beberapa jago lain justru meyakini jikalau sejarah masuknya Islam ke Indonesia gres dimulai pada era ke 13 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada beberapa bukti yang lebih kuat, di antaranya dikaitkan dengan masa runtuhnya Dinasti Abassiah di Baghdad (1258), gosip dari Marocopolo (1292), watu nisan kubur Sultan Malik as Saleh di Samudra Pasai (1297), dan gosip dari Ibnu Battuta (1345). Pendapat tersebut juga diperkuat dengan masa penyebaran anutan tasawuf di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia

Pada masa kedatangan agama Islam, penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang Arab dibantu oleh para pedagang Persia dan India. Abad ke 7 Masehi merupakan awal kedatangan agama Islam. Pada masa ini, gres sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya sebab masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.

Sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari era ke 7 hingga era ke 13 Masehi. Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif membuatkan Islam di kawasan yang mereka kunjung terutama di kawasan sentra perdagangan. Di samping itu, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di banyak sekali wilayah Indonesia. Akibatnya, pengaruh Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di kawasan pantai.

Pada final era ke 12 Masehi, kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Sriwijaya mulai merosot. Seiring dengan kemunduran pengaruh Sriwijaya, para pedagang Islam beserta para mubalighnya kian giat melaksanakan tugas politik. Misalnya, saaat mendukung kawasan pantai yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya.

Menjelang berakhirnya era ke 13 sekitar tahun 1285 bangun kerajaan bercorak Islam yang berjulukan Samudra Pasai. Malaka yang merupakan sentra perdagangan penting dan juga sentra penyebaran Islam berkembang pula menjadi kerajaan gres dengan nama Kesultanan Malaka.

Pada awal era ke 15, kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan, bahkan pada tahun 1478 mengalami keruntuhan. Banyak kawasan yang berusaha melepaskan diri dari kerajaan Majapahit. Pada tahun 1500, Demak bangun sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam ini kemudian disusul berdirinya Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di luar Jawa juga banyak berkembang kerajaan yang bercorak Islam menyerupai Kesultanan Ternate, Kesultanan Gowa, dan kesultanan Banjar.

Melalui kerajaan-kerajaan bercorak Islam itulah, agama Islam makin berkembang pesat dan tersebar di banyak sekali wilayah Indonesia. Agama Islam tidak hanya dianut oleh penduduk di kawasan pantai saja, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah pedalaman.

Indonesia

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan dialakukan secara hening melalui beberapa terusan berikut:
  1. Saluran perdagangan, proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, misalnya Pekojan. Saluran ini merupakan terusan yang dipilih semenjak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
  2. Saluran perkawinan, proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga hasilnya pasangaannya itu ikut menganut Islam.
  3. Saluran dakwah, proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan perihal agama Islam menyerupai yanbg dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.
  4. Saluran pendidikan, proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.
  5. Saluran seni budaya, proses penyebaran Islam menggunakan media-media seni budaya menyerupai pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.
  6. Proses tasawuf, penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan contoh pikir masyarakat yang masih berorientasi pada anutan agama Hindu dan Budha.

Alasan Agama Islam Mudah Diterima Masyarakat Indonesia

Proses penyebaran Islam di Indonesia berjalan dengan cepat sebab didukung faktor-faktor berikut :
  1. Syarat masuk Islam sangat mudah sebab seseorang dianggap telah masuk Islam jikalau ia telah mengucapkan kalimah syahadat.
  2. Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
  3. Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta sehingga banyak kelompok masyarakat yang masuk Islam sebab ingin memperoleh derajat yang sama.
  4. Aturan-aturan dalam Islam bersifat fleksibel dan tidak memaksa.
  5. Agama Islam yang masuk dari Gujarat, India mendapat pengaruh Hindu dan tasawuf sehingga mudah dipahami.
  6. Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara hening tanpa kekerasan dan diadaptasi dengan kondisi sosial budaya yang ada.
  7. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada final era ke 15 yang memudahkan penyebaran Islam tanpa ada pembatasan dari otoritas kerajaan Hindu-Budha.

Nah, itulah sejarah masuknya Islam ke Indonesia serta penyebarannya hingga era ke-13. Simak juga bagaimana sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan peta jalur masuknya pada artikel selanjutnya.

Sejarah Islam: Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

By Unknown → Sabtu, 17 Mei 2014
Penyebaran agama Islam di Indonesia berlangsung sangat cepat. Selain karena didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, pesatnya penyebaran Islam di Indonesia juga disebabkan oleh penggunaan beberapa susukan penyebaran yang bekerja dengan sangat efektif. Saluran penyebaran Islam di Indonesia tersebut meliputi susukan perdagangan, pendidikan, dan korelasi sosial budaya. Ketiga susukan inilah yang banyak digunakan kaum muslimin membuatkan Islam di wilayah Indonesia.

Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

Selain

1. Saluran Perdagangan

Saluran perdagangan merupakan salah satu susukan penyebaran Islam di Indonesia yang paling awal digunakan. Para pedagang dari banyak sekali daerah berkumpul dan menetap, baik sementara maupun selamanya di sebuah daerah sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang Muslim. Para pedagang muslim ketika berinteraksi dagang sering menyisipkan fatwa Islam untuk menarik simpati dari para pedagang Indonesia. Dengan cara itulah banyak pedagang Indonesia yang tertarik beralih memeluk agama Islam.

Selain
Melalui susukan ini, pelabuhan menjadi tempat utama bagi masuknya Islam di Indonesia. Salah satu pelabuhan itu misalnya pelabuhan Bandar Khalifah di Pantai Barus, Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat dan Aceh menjadi pintu masuknya Islam ke Indonesia. Para pedagang dari banyak sekali negeri berdatangan membawa komoditas masing-masing. Tidak jarang mereka menetap dalam waktu lama. Pada proses berdagang inilah dakwah Islam disampaikan. Ajakan dakwah Islam pun diterima dengan baik oleh para pedagang Indonesia. [BACA : Teori Masuknya Islam ke Indonesia]

2. Saluran Pendidikan

Saluran penyebaran Islam di Indonesia lain yang mendukung perkembangan Islam di Indonesia adalah susukan pendidikan. Saluran ini digunakan para mubaligh dari beberapa negeri untuk membuatkan Islam. Kedatangan para mubaligh menjadikan dakwah Islam semakin marak dan gerakan dakwah semakin luas. Gerakan dakwah tidak hanya terbatas di pantai-pantai barat Sumatear, melainkan hingga ke pulau-pulau adegan timur Indonesia. Selain itu, para pelaut Bugis ikut membuatkan Islam hingga kepulauan Maluku dan Papua yang bekerja sama dengan para Mubaligh dari Gresik, Jawa Timur. Pulau Jawa ketika itu menjadi barometer penyebaran Islam di Indonesia.

Penyebaran Islam melalui susukan pendidikan sangat besar lengan berkuasa pada penyebaran Islam di Indonesia. Selain melalui para mubaligh dan wali songo, penyebaran Islam dilakukan dengan mendirikan lembaga pendidikan, yaitu pondok pesantren. Pondok pesantren menampung cowok dari banyak sekali daerah untuk menimba ilmu agama Islam. Para santri yang sudah simpulan dari pesantren mulai berdakwah membuatkan Islam di daerahnya masing-masing. Dengan susukan penyebaran Islam di Indonesia yang satu ini, agama Islam berkembang dan menyebar cepat ke seluruh Indonesia.

3. Saluran Sosial Budaya

Saluran sosial budaya tidak kalah pentingnya dalam menunjang upaya penyebaran Islam di Indonesia. Proses interaksi sosial budaya dilakukan dengan cara ijab kabul atau dengan media seni, ibarat seni bangunan, seni pahat, seni tari, dan musik. Masuknya Islam dengan jalan ijab kabul memberi warna tersendiri dalam sejarah Islam di Indonesia. Melalui perkawinan ini lahirlah generasi gres muslim dan merupakan awal dari terbentuknya sebuah komunitas muslim di kalangan warga pribumi. Beberapa teladan perkawinan ulama Islam dengan wanita pribumi ialah perkawinan Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila dan Raja Brawijaya yang beragama Hindu dengan Putri Campa yang beragama Islam. Hasil dari perkawinan mereka ialah lahirnya Raden Patah, pendiri kerajaan Demak.

Selain
Selain melalui perkawinan, penyebaran fatwa Islam melalu susukan budaya juga dilakukan dengan akulturasi budaya pribumi dan budaya Islam. Cara ini ditempuh untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan Islam. Budaya pribumi ketika itu diwarnai oleh budaya agama Hindu dan budha mampu berakulturasi dengan budaya Islam tanpa menggeser nilai-nilai tauhid. Contoh akulturasi budaya ini misalnya munculnya doa-doa Islam dalam upacara moral ibarat perkawinan, kelahiran, selapan, wayang kulit, seni bangunan, dan kesusastraan. Budaya Islam yang sederhana menjadikan rakyat mudah mencerna dan mendapatkan muatan isi yang disampaikan. Model pendekatan tersebut menjadikan Islam mudah diterima.

Saluran Lain

Selain ketiga susukan penyebaran Islam di Indonesia yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor pendukung yang menjadikan pesatnya perkembangan Islam di Indonesia. Beberapa faktor pendukung tersebut antara lain:
  1. Syarat untuk memeluk Islam sangat mudah.
  2. Kewajiban berdakwah merupakan peran setiap muslim.
  3. Para ulama memiliki kelebihan rohaniah melalui fatwa tasawuf.
  4. Ajaran Islam dipandang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Ajaran Islam tidak mengenal perbedaan derajat insan berdasarkan kasta maupun gelar.
  6. Para saudagar, dai, dan ulama memberikan Islam dengan pendekatan dakwah yang simpatik.

Demikianlah beberapa susukan penyebaran Islam di Indonesia yang dapat kami jelaskan. Semoga mampu menjadi materi acuan untuk peran sekolah maupun untuk sekedar menambah wawasan Anda terkait sejarah Islam di Nusantara. Salam.

Sejarah Islam: 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

By Unknown → Selasa, 13 Mei 2014
Asal Usul Dajjal / Sebagai umat Islam, kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak akan datang sesosok mahluk tinggi besar yang memiliki kekuatan begitu dahsyat. Sosok yang kita kenal dengan nama dajjal tersebut merupakan sosok yang akan menguji insan simpulan zaman, apakah tergolong orang-orang yang beriman atau tergolong orang-orang yang kufur. Berikut ini tim penulis blog akan membahas seputar asal undangan Dajjal mulai dari keluarga, ciri-ciri, kemunculan, dan fitnahnya sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Asal Usul Dajjal

Dajjal diyakini merupakan seorang insan yang sudah hidup semenjak zaman nabi Ibrahim dan sebab Alloh menangguhkan ajalnya (seperti halnya Iblis) ia tetap masih hidup sampai ketika ini, dipenjarakan di sebuah daerah yang masih menjadi misteri.

kita

Asal Usul Dajjal dan Keluarganya

Dalam beberapa hadist dijelaskan bahwa asal undangan dajjal yaitu seorang keturunan Yahudi. Ia lahir dari orang bau tanah yang postur tubuhnya tinggi gemuk dengan hidung sangat mancung mirip paruh burung. Secara lebih lengkap, Imam Al Barzanji juga pernah menyebut kalau asal undangan moyang dajjal yaitu seorang dukun Yahudi (Syaqq) yang kawin dengan wanita dari keturunan jin. Moyang dajjal ini hidup di zaman Nabi Sulaiman AS. Oleh nabi Sulaiman, si moyang dajjal dan istrinya yang berasal dari golongan jin disebutkan sempat dipenjarakan dan ditangkap sebab ulahnya dalam merusak kepercayaan umat. Adapun terlepas dari pendapat Imam Al-Barzanji tersebut, asal undangan dajjal sampai kini tetap saja masih misterius, mengingat sumber tumpuan dan hadist yang membahas hal ini memang sangat terbatas.


Ciri-ciri Dajjal

Sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim menyebut bahwa Rasululloh pernah bersabda kalau dajjal merupakan orang yang memiliki ciri-ciri mata kirinya buta, rambutnya lebat dan keriting, tampak selalu infinit muda, badannya besar agak kemerahan sehingga kalau dilihat dari belakang ia seakan-akan tampak mirip dahan kayu yang rimbun. Sedangkan dalam hadist At-Tabrani, ciri-ciri dajjal yang paling kentara disebutkan terletak pada mata dan dahinya. Mata kiri dajjal buta, sedangkan mata kannya tertonjol keluar, berwarna kehijauan, dan berkelip-kelip laksana bintang gemintang. Adapun pada dahi dajjal juga terdapat susunan abjad Kaf-Fa-Ro yang kalau di sambung akan membentuk kata “Kafir”. Tulisan pada dahi dajjal ini hanya dapat dilihat dan dibaca oleh orang-orang yang memang benar-benar murni keislamannya.

kita

Asal Usul Kemunculan Dajjal

Seperti disebutkan di atas bahwa asal undangan dajjal memang telah lahir semenjak zaman Nabi Ibrahim. Semenjak zaman itu, dajjal dipenjara dan dirantai di sebuah pulau absurd dan dijauhkan dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Ia tidak akan pernah mampu lepas dari penjara tersebut sebab selain dirantai, ia juga dijaga oleh seekor binatang besar berjulukan Al-Jassasah. Ia gres akan lepas dari penjara dan keluar dari pulau tersebut kalau Alloh sudah menghendakinya. Dajjal akan bebas pada sebuah masa yang sudah sangat erat dengan kehadiran hari simpulan yang dijanjikan.

Karena pulau yang disebutkan menjadi penjara dajjal berada di potongan timur bumi (beberapa versi menyebutkan pulau tersebut terletak di sekitar India), maka dajjal pun akan muncul dari timur. Ia diizinkan oleh Alloh untuk keluar dan menjelajah sekeliling dunia dan berbagi fitnah dan ajarannya. Ia akan melaksanakan kebijaksanaan basi pada orang-orang yang hidup di zaman itu sehingga mereka mengakui bahwa dirinya yaitu Tuhan. Orang yang berpengaruh imannya akan berani menentang pemikiran tersebut meski nyawanya dipertaruhkan, sedangkan bagi orang yang imannya lemah, ia akan menurut dan menjadi pendukung dan hamba dajjal. Naudzubillah.

Fitnah Dajjal

Dalam berbagi fitnah dan ajarannya, dajjal dibekali dengan kekuatan yang luar biasa besar oleh Alloh. Segala kesenangan hidup akan dikaruniakan kepadanya. Seluruh mahluk langit dan bumi akan tunduk pada perintahnya.

kita
Adapun dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebelum kemunculan dajjal, insan akan diuji dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Kemarau ini membuat materi pangan menjadi sangat langka sehingga bencana alam kelaparan merajalela di mana-mana. Di ketika insan tengah kelaparan dan membutuhkan sumbangan inilah, asal undangan dajjal datang dengan membawa fitnahnya.

Dajjal akan pertanda kesaktiannya. Ia akan mendatangkan hujan dengan mudahnya. Ia akan menumbuhkan banyak sekali tanaman sebagai sumber makanan bagi para hambanya yang mengakui bahwa dirinya yaitu yang kuasa semesta alam. Para muslim yang berpengaruh iman islamnya akan tetap kukuh mempertahankan akidahnya meski lapar dan perih mereka dera. Mereka tetap tak akan mau mengakui dajjal sebagai Tuhannya sampai khusnul khotimah menjemput.

Fitnah asal undangan dajjal akan terus berlanjut pada masa 40 hari setelah kemunculannya pertama kali. Ia akan terus menguji keimanan insan di kiamat sampai pemisah antara umat Islam sejati dan umat yang kafir benar-benar terlihat jelas.

Nah, demikianlah sedikit intisari yang dapat kami jabarkan untuk menjelaskan asal undangan dajjal, keluarga, kemunculan, serta fitnahnya. Semoga dengan artikel sederhana ini keimanan kita menjadi semakin kokoh dan mampu dihindarkan dari segala bentuk fitnah dajjal. Amin.

Sejarah Islam: Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya

By Unknown → Minggu, 11 Mei 2014
Peninggalan Nabi Adam - Dunia pada tahun 2003 sempat dihebohkan dengan penemuan sebuah jejak kaki berukuran besar yang bentuknya mirip jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut terdapat di sebuah watu yang terletak tak jauh dari Kota Mpaluzi, Afrika Selatan. Ukurannya yang mencapai panjang 121 cm (4 feet) membuat banyak spekulasi bermunculan tentang asal permintaan jejak kaki ini. Salah satu pendapat terpopuler mengatakan jikalau jejak kaki ini ialah jejak kaki peninggalan nabi Adam, nenek moyang insan bumi. Benarkah pendapat tersebut? Seperti apa pembuktiannya? Simaklah uraian kami berikut ini.

Peninggalan Nabi Adam

Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa jejak kaki yang diperkirakan merupakan peninggalan Nabi Adam tersebut ternyata telah berusia 200 juta tahun. Masa 200 tahun yang lalu dalam ilmu geologi berarti masuk ke dalam zaman mesozoikum (65-251 juta tahun lalu). Dalam masa tersebut, dunia mengalami banyak perubahan, mulai dari acara tektonik yang tinggi, fluktuasi iklim yang ekstrim, pergeseran lempeng benua, dan lain sebagainya. [BACA : Asal Usul Dajjal]

sempat
Adapun sebab perubahan ekstrim yang terjadi di permukaan bumi, pada zaman mesozoikum tersebut diperkirakan telah terjadi perkembangan evolusi yang menghasilkan diversifikasi jenis-jenis mahluk hidup baru, termasuk hewan dan tumbuhan. Pada zaman mezosoikum ini pulalah diperkirakan awal mula lahirnya hewan-hewan mamalia di muka bumi. [Baca Juga : Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan]

Jejak kaki Nabi Adam

Dari teori geologi yang menyebut bahwa jejak kaki insan berukuran besar yang ditemukan itu berasal dari zaman mezosoikum, beberapa pakar kemudian berpendapat bahwa jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Pendapat ini ditunjang oleh beberapa bukti fisik maupun bukti tertulis berikut :

Dari penelitian yang selama ini dilakukan, diketahui bahwa secara normal kaki insan panjangnya kurang lebih ialah sekitar 15% dari tinggi badannya. Ini berarti jikalau hal ini juga berlaku terhadap jejak kaki besar tersebut, maka si pemilik jejak kaki diperkirakan mempunyai tinggi tubuh sektar 8,13 meter. [BACA : Asal Usul Manusia]

sempat
Tinggi tubuh si pemilik jejak kaki rupanya nyaris sama persis dengan tinggi tubuh Nabi Muhammad yang diterangkan dalam Hadits Bukhari Vol.IV No.543. Hadist tersebut mengambarkan bahwa Nabi Muhammad mempunyai tinggi sekitar 60 hasta ketika di surga dan ketika diturunkan ke bumi tingginya menyusut jadi 20 hasta atau sekitar 9,8 meter.

Kedua bukti tersebut memang sangat kurang menggambarkan dan menguatkan pendapat bahwa jejak kaki yang terdapat pada watu itu merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Oleh sebab itu banyak pula yang mencibir pendapat ini. Mereka yang mencibir umumnya memiliki pendapat lain terkait asal permintaan si jejak kaki tersebut. Pendapat mereka misalnya :
  1. Jejak kaki tersebut berasal dari jejak kaki bangsa Nisnas. Sebuah mahluk mirip insan yang lahir sebelum kemunculan Nabi Adam ke dunia.
  2. Jejak kaki yang dianggap peninggalan Nabi Adam tersebut sesungguhnya merupakan jejak kaki dari Syeitan yang diturunkan lebih dahulu ke muka bumi.
  3. Jejak kaki tersebut merupakan hasil rekayasa sebagai penarik minat wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Afrika Selatan.

Terlepas dari pendapat-pendapat ini, kita sebagai muslim boleh mempercayai pendapat manapun yang disuka, asalkan pendapat yang kita pilih berlandaskan pada dasar teori dan bukti yang kuat. Saya sendiri percaya jikalau jejak kaki itu memang merupakan peninggalan nabi Adam. Bagaimana dengan Anda?

Sejarah Islam: Jejak Peninggalan Nabi Adam Ditemukan di Afrika

By Unknown → Sabtu, 10 Mei 2014