Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Kerajaan"
Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia - Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia, terjadilah proses Islamisasi terhadap masyarakat di nusantara. Bersamaan dengan proses Islamisasi itu, mulailah terjadi perubahan sosial budaya ke arah pembentukan budaya gres yang bernafaskan Islam.  Seperti diketahui bahwa, sebelum kedatangan agama dan kebudayaan Islam, budaya Indonesia masih bercorak Hindu dan Budha, namun seiring dengan masuknya budaya Islam ke Indonesia, proses integrasi budaya Hindu - Budha dengan kebudayaan Islam pun menjadi tidak dapat dihindarkan.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Perlu diketahui bahwa, dalam proses integrasi budaya tersebut, tidak terjadi ketegangan yang berarti meskipun ada 3 unsur agama dan kebudayaan yang saling berbeda di dalamnya. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh Islam pada masa itu tidak bersikap memusuhi, dan justru bersifat saling merangkul. Adapun dalam proses integrasi tersebut, beberapa peninggalan sejarah dapat kita lihat sebagai buktinya sampai kini. Apa saja peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut? Simak uraiannya berikut ini!

Sejak

1. Masjid

Salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang paling banyak ditemukan sampai kini yakni masjid. Seperti diketahui bahwa masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga wajar kalau seni arsitektur Islam satu inilah yang paling mudah kita lihat keberadaannya dikala ini.

Adapun terkait dengan kentalnya budaya Hindu dan Budha di masa awal penyebaran Islam di Indonesia, seni arsitektur masjid juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal yang ada dikala itu. Berbeda dengan masjid-masjid di Jazirah Arab, arsitektur masjid di Indonesia memiliki beberapa keunikan. Keunikan tersebut terletak pada susunan atapnya yang berundak dan berbentuk limas, adanya bangunan serambi (pendopo), adanya mihrab atau tempat imam memimpin sholat, serta wujud masjid yang umumnya berbentuk bujur sangkar.

Pada tabel berikut, terdapat beberapa teladan masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam.
No Nama Lokasi Peninggalan
1. Masjid Agung Demak Demak, Jateng Abad 14 M
2. Masjid Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M
3. Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur Abad 15 M
4. Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh Banda Aceh, DI Aceh Abad 15 M
5. Masjid Kudus Kudus, Jateng Abad 15 M
6. Masjid Banten Banten, Banten Abad 15 M
7. Masjid Cirebon Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
8. Masjid Katangga Katangga, Sulawesi Utara Abad 16 M

2. Kaligrafi

Selain masjid, peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih dapat kita jumpai sampai kini yakni seni kaligrafi. Bagi Anda yang belum tahu, kaligrafi yakni suatu seni menulis karakter Arab dengan gaya dan susunan yang indah. Tulisan Arabnya sendiri umumnya diambil dari potongan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran.

Sejak
Seni kaligrafi yang menjadi peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam dapat kita temukan sebagai hiasan ukir atau tulis misalnya pada dinding masjid, gapura, atau pada kerikil nisan. Contoh beberapa seni kaligrafi pada kerikil nisan misalnya terdapat pada makam beberapa orang berikut ini.
No Makam dari Lokasi Peninggalan
1. Fatima binti Maimun Gresik, Jawa Timur Abad 13 M
2. Ratu Nahrasiyah Samudra Pasai Abad 14 M
3. Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
4. Sunan Giri Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
5. Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
6. Sunan Kudus dan Sunan Muria Kudus, Jawa Tengah Abad 15 M
7. Sunan Kalijaga Demak, Jawa Tengah Abad 15 M
8. Makam raja-raja Banten Imogiri Abad 16 M

3. Keraton atau Istana

Keraton atau istana yang merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya gotong royong telah ada semenjak jaman pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Hanya saja, setelah Islam masuk, arsitektur keraton menjadi lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur Timur Tengah. Beberapa keraton peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut yang sampai kini masih terawat misalnya Istana Kesultanan Ternate, Istana Kesultanan Tidore, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kesultanan Aceh, Istana Sorusuan, Istana Raja Gowa Keraton Kasultanan, dan Keraton Pakualaman.

4. Kitab dan Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia bukan hanya dapat ditemukan dalam bentuk seni dan gaya arsitektur. Kesusatraan juga berkembang cukup pesat setelah masuknya pengaruh agama Islam di Indonesia. Kesusastraan tersebut tertuang dalam bentuk suluk, hikayat, babad, dan syair. Beberapa peninggalan kesusastraan Islam di Indonesia antara lain syair Perahu karya Hamzah Fansuri, syair Si Burung Pingai, syair Abdul Muluk, syair gurindam dua belas karya Ali Haji, hikayat nabi-nabi, hikayat sultan-sultan Aceh, dan hikayat penjelasan penciptaan langit dan bumi.

5. Pesantren

Sejak masuknya Islam di Indonesia, pesantren telah menjadi lembaga pendidikan agama yang telah melahirkan banyak mubaligh. Pesantren dianggap sebagai salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia karena dianggap turut berperan serta dalam kemajuan syiar Islam Nusantara.

Pesantren di Indonesia pertama kali dibangun pada masa kekuasaan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesantren yang didirikan di kawasan Jawa oleh Sunan Ampel ini kemudian melahirkan banyak orang-orang terpelajar. Para santri diajari wacana banyak hal ibarat bahasa Arab, pendalaman Al Quran, kitab Kuning, tauhid, fiqih, akhlak, dan tasawuf.

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren Lirboyo di Kediri, Al-Kautsar Medan, dan Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta.

Sejak

6. Tradisi

Beberapa tradisi yang sampai kini masih digunakan sebagian masyarakat Islam ibarat ziarah, sedekah, atau upacara budpekerti Jawa sekaten juga merupakan bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang tak mampu dilupakan begitu saja. Tradisi-tradisi tersebut lahir karena pengaruh Islam yang berakulturasi dengan kebudayaan lokal masyarakat dikala itu.

Nah, itulah beberapa peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih dapat kita temukan sampai dikala ini. Adanya peninggalan-peninggalan sejarah tersebut mengambarkan bahwa hadirnya Islam di nusantara bukan hanya menghipnotis iktikad dan agama masyarakat, melainkan juga seluruh aspek kehidupan. Semoga bermanfaat.

Sejarah Islam: 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

By Unknown → Minggu, 18 Mei 2014
Masuknya Islam ke Indonesia ternyata bukan hanya merubah keyakinan dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ketuhanan yang mereka anut sebelumnya, melainkan juga merubah beragam hal lain termasuk dalam bidang politik. Perubahan di bidang politik yang dianut masyarakat Jawa setelah masuknya Islam dibuktikan dengan terbentuknya beberapa kerajaan Islam semenjak kurun ke 15, dengan Kesultanan Demak yang menjadi pelopornya. Berikut ini kami akan bahas beberapa kerajaan Islam di Jawa lainnya sebagai aksesori wawasan untuk kita semua.

Kerajaan Islam di Jawa

ternyata

1. Kesultanan Demak (1500 - 1550)

Kesultanan Demak ialah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir pantai utara Jawa. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten dari kerajaan Majapahit. Setelah datang dan masuknya pengaruh Islam serta dimulainya masa keruntuhan Majapahit, kadipaten ini kemudian berkembang menjadi sebagai basis penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia dari kerajaan ini ialah Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan warisan peninggalan wali songo, para ulama penyebaran Islam di Jawa.

2. Kesultanan Banten (1524 - 1813)

Kerajaan Islam di Jawa yang selanjutnya berdiri di atas Tatar Pasundan. Kerajaan ini berjulukan Kesultanan Banten. Kerajaan ini berdiri setelah kerajaan Demak mempeluas kekuasaannya ke pesisir barat Jawa. Maulana Hasanuddin (putra Sunan Gunung Jati) merupakan orang yang sangat berperan dalam penaklukan tersebut. Karena pengaruh kedatangan Belanda, kerajaan ini kemudian hanya bertahan sampai tahun 1813.

3. Kesultanan Cirebon (1552 - 1677)

Pada kurun ke-15 dan 16 Masehi, kesultanan Cirebon ialah kerajaan Islam yang sangat ternama di seluruh Asia. Dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau pada masa silam, kesultanan ini menempati posisi yang sangat strategis. Selain menjadi jembatan dan tempat persinggahan para pedagang dan pelayar yang hendak berlayar ke Timur dan ke Barat, kerajaan Islam di Jawa yang satu ini juga menjadi sentra pertemuan kebudayaan dari bermacam-macam daerah.

4. Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Kerajaan Pajang ialah kerajaan Islam di Jawa Tengah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak. Selepas final hidup Sultan Trenggana, kerajaan Demak kemudian runtuh. Daerah-daerah kekuasannya melepaskan diri dan membangun kerajaannya sendiri, termasuk kesultanan Pajang ini. Sekarang, kita masih mampu menemukan bukti eksistensi kesultanan Pajang di masa silam. Reruntuhan dan pondasi keratonnya masih tersisa dan dapat kita lihat di kelurahan Pajang, Kota Surakarta.

ternyata

5. Kesultanan Mataram (1586 - 1755)

Kesultanan Mataram ialah kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada final kurun ke-15. Raja pertamanya ialah Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan. Pada masa keemasannya, Kerajaan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa. Kerajaan yang berbasis pada pertanian ini juga pernah memerangi VOC di Batavia. Beberapa peninggalan yang masih dapat kita jumpai sampai kini antara lain adanya kampung Matraman di Jakarta, penggunaan hanacaraka dalam bahasa Sunda, sistem persawahan di Pantai Utara Jawa, politik feodal, dan beberapa batas wilayah manajemen yang sampai sekarang masih berlaku.

6. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang)

Selain 5 kerajaan di atas, ternyata masih ada 2 kerajaan Islam di Jawa yang sampai kini masih eksis. Kedua kerajaan tersebut ialah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan  Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kedua kerajaan ini merupakan cuilan dari kerajaan Mataram Islam yang bubar tanggapan perebutan kekuasaan. Melalui perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram resmi dipecah menjadi 2 sampai kini.

Nah, demikianlah pemaparan kami mengenai kerajaan Islam di Jawa beserta sejarah singkatnya. Semoga dapat bermanfaat dan kalau ada pertanyaan silakan olok-olokan melalui kolom komentar. Terima kasih.

Sejarah Islam: 7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

By Unknown → Rabu, 07 Mei 2014
Kerajaan Aceh ialah sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tamat era ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif kini masuk dalam  Provinsi Aceh. Kerajaan yang sultan pertamanya berjulukan Sultan Ali Muhayat Syah ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan Malaysia pada masa silam. Bukti pentingnya peranan kerajaan Aceh tersebut membekas pada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh ibarat yang akan kita bahas pada artikel berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Aceh

Berikut ini ialah beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada dan memiliki peranan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Kerajaan

1. Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan Kerajaan Aceh yang pertama dan yang paling dikenal ialah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1612 Masehi ini berada di sentra Kota Banda Aceh. Saat aksi militer Belanda II, masjid ini sempat dibakar. Namun pada selang 4 tahun setelahnya, Belanda membangunnya kembali untuk meredam amarah rakyat Aceh yang hendak berperang merebut syahid.

Saat bencana Tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu, masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia satu ini menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat Aceh. Kekokohan bangunannya tak bisa digentarkan oleh sapuan ombak laut yang kala itu meluluhlantahkan kota Banda Aceh.


2. Benteng Indrapatra

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya ialah Benteng Indrapatra. Benteng ini merupakan benteng pertahanan yang bantu-membantu sudah mulai dibangun semenjak masa kekuasaan Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu tertua di Aceh, tepatnya semenjak era ke 7 Masehi. Benteng yang kini terletak di Desa Ladong, Kec. Masjid Raya, Kab. Aceh Besar ini pada masanya dulu memiliki peranan penting dalam melindungi rakyat Aceh dari serangan meriam yang diluncurkan kapal perang Portugis.

Kerajaan
Sekarang, kita hanya dapat menemukan 2 benteng yang masih kokoh berdiri. Benteng tersebut berukuran 70 meter x 70 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal sekitar 2 meter. Selain menjadi peninggalan bersejarah, benteng Indrapatra kini juga dikenal sebagai objek wisata unggulan Kab. Aceh Besar. Gaya arsitekrur serta keunikan konstruksinya yang hanya terbuat dari susunan watu gunung ini membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.

3. Gunongan

Gunongan ialah peninggalan Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini berdasarkan sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan alasannya ialah kerajaannya kalah perang. Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya.

Kerajaan
Gunongan ketika ini terletak tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jika berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa sempatkan diri Anda singgah di taman asmara ini.

4. Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya ialah Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada watu nisannya sangat bagus dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Kerajaan

5. Meriam Kerajaan Aceh

Kesultanan Aceh telah bisa membuat sarana persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan eksistensi meriam-meriam bau tanah yang kini berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun setelah diteliti ulang, ternyata bukan. Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.

Kerajaan

6. Uang Emas Kerajaan Aceh

Aceh berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Berbagai komoditas yang berasal dari penjuru Asia berkumpul di sana pada masa itu. Hal ini membuat kerajaan Aceh tertarik untuk membuat mata uangnya sendiri. Uang logam yang terbuat dari 70% emas murni kemudian dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Aceh. Koin ini masih sering ditemukan dan menjadi harta karun yang sangat diburu oleh sebagian orang. Koin ini juga bisa dianggap sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sempat berjaya pada masanya.

Kerajaan
Nah, para pembaca, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai 6 peninggalan Kerajaan Aceh lengkap dengan penjelasan dan gambar-gambarnya. Jika ada yang perlu disampaikan silakan berkomentar melalui kolom di bawah ini. Terimakasih.

Sejarah Islam: 6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

By Unknown → Selasa, 06 Mei 2014
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran aliran Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya pengaruh Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun menjelma sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas wacana apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan wacana keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut misalnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau tabrakan indah.

yang

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu yaitu Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai ketika ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh alasannya itu, pintu bledek mampu diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan dongeng yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain alasannya Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan alasannya sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

yang

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru yaitu tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini, dan berdasarkan dongeng semua soko guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan mendapat peran untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja ketika ia gres membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

yang

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid semoga segera datang melakukan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk mirip tapal kuda memiliki filosofi bahwa bila kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibuat seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya digunakan sebagai kawasan berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, ketika ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

yang

6. Maksurah

Maksurah yaitu dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada ketika Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna wacana ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana yaitu singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam kawasan penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa yaitu piring santunan seorang putri dari Campa yang tak lain yaitu ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di kawasan imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta penjelasan dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan dapat berkhasiat untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.

Sejarah Islam: 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

By Unknown → Senin, 05 Mei 2014
Kesultanan Cirebon yaitu salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak masa ke 15 M di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon yaitu pangkalan penting bagi jalur perdagangan, pelayaran, dan penyebaran Islam di Jawa selain Demak. Kesultanan ini pada masa silam sempat mengalami masa kejayaan di masa kepemimpinan Fatahillah sebelum balasannya terpecah pada tahun 1677. Nah, pada artikel berikut, kita akan membahas beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon tersebut untuk mengenali sejarah kesultanan ini di masa silam.

1. Peninggalan Berupa Keraton

Kesultanan

Kesultanan Cirebon meninggalkan beberapa keraton yang antara lain keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanomanan, dan Keraton Kacirebonan.
  1. Keraton Kasepuhan Cirebon kini terletak di Kec. Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Ia merupakan sentra pemerintahan dari kesultanan Cirebon pada masa silam. Di keraton ini akan dapat kita jumpai bangunan-bangunan dengan gaya arsitekturnya yang unik, kereta Singa Barong, benda-benda kuno dan naskah kuno.
  2. Keraton Kanoman yaitu keraton yang didirikan oleh Sultan Anom I pada tahun 1678. Letaknya berada di 300 meter sebelah utara keraton Kasepuhan. Keraton ini telah berdiri semenjak wafatnya Panembahan Girilaya.
  3. Keraton Kacirebonan yaitu keraton terkecil yang dimiliki kesultanan Cirebon. Letaknya berada di 1 km barat daya Keraton Kasepuhan. Di dalamnya juga terdapat aneka macam benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Cirebon menyerupai keris, wayang, gamelan, dan perlengkapan perang.


2. Peninggalan Berupa Masjid

Selain mewarisi peninggalan sejarah berupa keraton, Kerajaan Cirebon juga meninggalkan beberapa bangunan masjid. Adanya bangunan-bangunan masjid kuno tersebut tentu mampu menjadi bukti bahwa syiar Islam pada masa itu memang telah berkembang dengan sangat pesat. Adapun beberapa masjid peninggalan kerajaan Cirebon tersebut antara lain
  1. Masjid Sang Cipta Rasa yaitu masjid yang dibangun Wali Songo pada tahun 1498 di kompleks keraton Kasepuhan. Berdasarkan dongeng rakyat, masjid ini didirikan hanya dalam waktu 1 malam saja. Subuh keesokan harinya masjid yang sampai kini masih berdiri kokoh tersebut telah digunakan untuk sholat berjamaah.
  2. Masjid Jami Pakuncen berada di Tegal Arum, Kab. Tegal - Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Sunan Amangkurat I sebagai tempat penting untuk keperluan syiar Islam di tanah Cirebon pada masa itu.

3. Peninggalan Berupa Makam

Pemakaman muslim kuno yang kini masih terpelihara juga merupakan peninggalan yang tidak mampu dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kesultanan Cirebon. Di antara makam tersebut misalnya makam Sunan Gunung Jati dan makam para penguasa kerajaan lainnya.

Kesultanan
Kompleks pemakaman peninggalan Kerajaan Cirebon terletak di Keraton Cirebon, 6 km dari sentra Kota Cirebon, Jawa Barat. Di hari Jumat, kompleks pemakaman ini sangat ramai alasannya yaitu banyak orang dari aneka macam kawasan datang untuk berziarah dan mengalap berkah. Selain makam Sunan Gunung Jati, dikompleks ini juga terdapat makam Fatahillah, panglima perang Batavia. Adapun di dalam kompleks tersebut, ada banyak benda-benda bersejarah menyerupai perkakas, piring, dan logam-logam kuno yang berasal dari masa kekuasaan Dinasti Ming, China.

4. Peninggalan Berupa Benda Pusaka

Kesultanan Cirebon juga meninggalkan beberapa benda pusaka dan yang paling terkenal yaitu pusaka yang berwujud kereta, misalnya kereta Singa barong atau kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini yaitu kereta kuno yang berasal dari tahun 1549 buatan cucu Sunan Gunung Jati yang berjulukan Panembahan Losari.

Kesultanan

Kereta ini memiliki bentuk yang sangat unik dan penuh filosofi. Pada kereta ini terukir pahatan belalai gajah, kepala naga, dan buroq. Gajah melambangkan persahabatan Cirebon dan India, naga melambangkan persahabatan Cirebon dan China, sedangkan buroq melambangkan persahabatan Cirebon dan Mesir. Perlu diketahui bahwa keunikan kereta ini juga terletak pada bab sayapnya yang dapat otomatos mengepak saat kereta tengah berjalan.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon mulai dari yang berupa keraton, masjid, makam, sampai benda-benda pusaka. Semoga artikel ini cukup lengkap dan mampu menambah wawasan sejarah kita semua. Terimakasih.

Sejarah Islam: 8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

By Unknown → Minggu, 04 Mei 2014